Seri Kolokium S3 Periode 1

Program Studi Doktor Kajian Budaya dan Media (KBM), Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Kolokium S3 KBM Periode 1 pada Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang A Lantai 5 Sekolah Pascasarjana UGM. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–16.00 WIB ini menjadi ruang dialektika akademik bagi mahasiswa angkatan 2022 dan 2023 untuk menguji dan mempertajam rancangan riset disertasi mereka. Forum ini difasilitasi oleh Program Studi Doktor KBM sebagai ruang diskusi untuk mahasiswa S3 KBM yang ingin mendapatkan masukan dari sesama rekan mahasiswa sehingga dapat membantu kelancaran penulisan disertasi mahasiswa. Pada kesempatan tersebut terdapat empat topik yang dipresentasikan, mulai dari praktik halal dating berbasis aplikasi, representasi sejarah dalam diorama, trajektori karakter populer dalam transmediasi, hingga performativitas drag queen dalam ruang heteronormatif.

Presentasi pertama oleh mengangkat tema Praktik Halal Dating Pengguna Platform TOI. Penelitian ini menelaah bagaimana aplikasi kencan berbasis Muslim membentuk, membatasi, sekaligus memberi ruang agensi bagi penggunanya dalam membangun relasi intim yang diklaim “halal”. Diskusi berkembang pada persoalan konstruksi makna “halal”, relasi kuasa antara pengguna dan platform, hingga aspek gender, kelas ekonomi, dan komodifikasi melalui fitur premium. Kolokium juga menekankan pentingnya mendudukkan fenomena ini dalam konteks mediatisasi religiusitas dan tren hijrah yang menguat dalam satu dekade terakhir. Ketua Program Studi Doktor KBM, Ratna Noviani, S.I.P., M.Si., Ph.D., dalam sesi diskusi menegaskan pentingnya ketajaman konseptual dalam membaca fenomena ini. “Fenomena seperti halal dating tidak cukup dibaca sebagai tren teknologi semata, tetapi sebagai praktik kultural yang memproduksi makna, identitas, dan bahkan bentuk religiusitas baru. Di sinilah pentingnya problematisasi yang kuat dan kerangka teoretis yang konsisten.”

Topik kedua membahas representasi sejarah melalui pembacaan Diorama Arsip Jogja dengan pendekatan teori representasi Stuart Hall. Diskusi menekankan bahwa dalam perspektif konstruksionis, sejarah tidak pernah hadir secara netral, melainkan selalu diproduksi melalui sistem tanda dan praktik representasi. Forum kolokium mendorong penajaman posisi metodologis apakah melalui pendekatan semiotika atau diskursif serta penguatan sisi kritis dalam membaca bias sejarah yang mungkin muncul dalam medium visual tersebut.

Presentasi ketiga menyoroti transformasi karakter Si Juki dalam berbagai medium, termasuk film. Pembahasan mengerucut pada perubahan narasi dan identitas karakter dalam proses transmediasi. Diskusi mengusulkan kemungkinan pembacaan melalui kosmopolitanisme, maskulinitas lokal, hingga intermedialitas, dengan fokus pada pergeseran konflik dan konteks sosial yang menyertai adaptasi karakter tersebut.

Topik terakhir membahas performativitas drag queen dalam konteks Raminten Cabaret Show di Yogyakarta. Dengan menggunakan teori performativitas dan interseksionalitas, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana identitas gender dikonstruksi, dinegosiasikan, dan dipraktikkan dalam ruang yang heteronormatif secara sosial. Diskusi menyoroti kemungkinan ambivalensi: apakah praktik drag bersifat subversif terhadap norma dominan atau justru menjadi strategi negosiasi untuk memperoleh ruang aman dan akses ekonomi. Konteks lokal dan strategi kultural menjadi titik penting yang perlu diperdalam dalam analisis.

Kolokium S3 KBM Periode 1 ini memperlihatkan dinamika intelektual yang reflektif dan konstruktif. Setiap presenter memperoleh masukan substantif terkait ketajaman rumusan masalah, konsistensi teori, serta relevansi metodologis. Melalui forum ini, Program Studi Doktor Kajian Budaya dan Media menegaskan komitmennya dalam membangun tradisi akademik yang kritis, dialogis, dan kontekstual terhadap dinamika sosial-budaya kontemporer.

Kontributor: Averoes Fitria Maryam

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*