Rangkaian Research Week 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada berlanjut pada hari kedua, Rabu, 25 Februari 2026 pukul 13.00–15.00 WIB. Sesi ini mengangkat tema “Menyiasati Jebakan Platformed Democracy”, yang mengajak peserta untuk melihat lebih dekat hubungan antara demokrasi digital, algoritma media sosial, serta perubahan praktik ekonomi dalam ekosistem platform. Diskusi dipandu oleh Rana Akbari sebagai moderator yang memfasilitasi percakapan secara terbuka dan dialogis. Dua pembicara yang hadir dalam sesi ini adalah Epifani Putri Pitaloka dan Rizky Indra Dewangga, yang mempresentasikan penelitian mereka tentang relasi antara teknologi digital, partisipasi publik, dan dinamika ekonomi berbasis platform.
Pada sesi pertama, Epifani Putri Pitaloka, M.A. mempresentasikan penelitian berjudul “Mendemokratisasi Algoritma? Eksplorasi Komunitas Terbayang dalam Fitur Polling Media Sosial dan Platform Pemungutan Suara Berbasis Teknologi Blockchain.” Dalam pemaparannya, Epifani membahas bagaimana fitur polling di media sosial dan sistem pemungutan suara berbasis blockchain sering dipandang sebagai inovasi yang dapat memperluas partisipasi publik dalam proses demokratis. Namun, ia juga menunjukkan bahwa proses tersebut tidak sepenuhnya netral, karena tetap dipengaruhi oleh struktur algoritma dan desain platform yang membentuk cara opini publik muncul dan menyebar. Dengan menggunakan konsep komunitas terbayang, penelitian ini menyoroti bagaimana teknologi digital dapat menghadirkan kesan partisipasi kolektif yang luas, sekaligus memunculkan pertanyaan penting mengenai transparansi algoritma dan bagaimana kekuasaan didistribusikan dalam ekosistem platform digital.

Sesi kedua menghadirkan Rizky Indra Dewangga, M.A. dengan penelitian berjudul “Dari Meja Makan ke Beranda Facebook: Deep Mediatization dalam Praktik Jual-Beli Makanan melalui ShopeeFood dan Perlawanan Para ‘Mitra’.” Dalam presentasinya, Angga menjelaskan bagaimana praktik jual-beli makanan yang sebelumnya berlangsung secara langsung kini semakin dimediasi oleh platform digital. Melalui studi pada penggunaan ShopeeFood dan interaksi yang berlangsung di Facebook, penelitian ini menunjukkan bagaimana fenomena deep mediatization memengaruhi cara penjual, konsumen, dan perusahaan platform saling berhubungan. Riset ini juga menyoroti dinamika relasi kuasa dalam ekonomi platform, khususnya bagaimana para mitra pengemudi dan pelaku usaha merespon kebijakan platform melalui berbagai bentuk negosiasi maupun strategi adaptasi yang muncul di ruang digital.

Diskusi pada hari kedua berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta. Percakapan berkembang pada isu hubungan antara teknologi algoritmik, demokrasi digital, dan praktik ekonomi sehari-hari. Peserta juga menyoroti bagaimana platform digital kini tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menjadi infrastruktur penting yang memengaruhi praktik politik, ekonomi, dan kehidupan sosial. Melalui dua presentasi tersebut, Research Week Day 2 membuka ruang refleksi mengenai bagaimana masyarakat saat ini semakin hidup dalam lanskap platformed society, di mana algoritma, data, dan teknologi digital berperan besar dalam membentuk cara kita berpartisipasi, berinteraksi, dan beraktivitas secara ekonomi. Kegiatan ini sekaligus memperkuat tujuan Research Week 2026 sebagai ruang berbagi gagasan dan diskusi akademik yang mendorong dialog lintas disiplin dalam memahami berbagai perubahan sosial di era digital.
Diskusi ini bisa disimak ulang melalui kanal YouTube KBM pada tautan https://www.youtube.com/watch?v=y3233F4TnQo
Kontributor: Averoes Fitria Maryam