Demi Memastikan Mutu Pendidikan, Prodi KBM Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum

Program Studi S2 dan S3 Kajian Budaya dan Media (KBM) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum pada Selasa (14/7). Kegiatan ini dihadiri oleh pengelola program studi, dosen, Tim Jaminan Mutu Program Studi, serta Tim Academic Review sebagai bagian dari upaya memastikan kurikulum KBM senantiasa relevan dan mampu memberikan kualitas pendidikan terbaik bagi mahasiswa.

Pada kesempatan tersebut, Tim Jaminan Mutu Program Studi memaparkan sejumlah rencana pengembangan kurikulum untuk beberapa tahun ke depan. Pembahasan mencakup usulan penambahan mata kuliah, penyesuaian dosen pengampu, serta penyelarasan silabus agar selaras dengan capaian pembelajaran dan perkembangan keilmuan di bidang kajian budaya dan media.

Workshop dibagi ke dalam dua sesi utama. Pada sesi pertama, Tim Jaminan Mutu bersama pengelola program studi membahas berbagai strategi untuk memastikan masa studi mahasiswa sesuai dengan ketentuan Universitas Gadjah Mada dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Beberapa langkah yang diusulkan meliputi pelaksanaan kolokium dan monitoring akademik secara berkala, penyusunan timeline dan target masa studi mahasiswa, serta penyelenggaraan bootcamp penulisan dan publikasi ilmiah, khususnya bagi mahasiswa doktoral yang terdampak perubahan regulasi mengenai masa studi. Selain itu, program studi juga merencanakan penambahan sejumlah mata kuliah pilihan guna mengakomodasi perkembangan isu-isu kontemporer dalam masyarakat.

Sesi kedua menghadirkan Tim Academic Review yang terdiri atas Prof. Dr. Heru Nugroho, Prof. Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni, Prof. Dr. Wening Udasmoro, dan Prof. Dr. Lasiyo. Pada sesi ini, berbagai usulan yang telah dibahas sebelumnya ditinjau kembali dari perspektif akademik dan kelembagaan. Diskusi berfokus pada kesesuaian kurikulum dengan Peraturan Rektor terkait penyelenggaraan akademik, penyempurnaan silabus, serta penataan mata kuliah agar semakin mencerminkan filsafat keilmuan dan peta metodologis cultural studies.

Dalam diskusi tersebut, Prof. Hermin Indah Wahyuni menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hard curriculum dan soft curriculum dalam proses pendampingan mahasiswa. Menurutnya, penguatan kompetensi akademik perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kapasitas non-akademik agar mahasiswa mampu menyelesaikan studi sekaligus beradaptasi dengan tantangan dunia profesional maupun akademik.

Sementara itu, Prof. Heru Nugroho menyoroti pentingnya memperkuat fondasi epistemologis dalam kurikulum serta memperjelas posisi Humaniora Digital dalam perdebatan teori-teori kontemporer. Pandangan tersebut mendapat tanggapan dari Dr. A. B. Widyanta yang mengusulkan agar pembelajaran filsafat ilmu disusun dalam tiga bagian sehingga posisi paradigma keilmuan dapat dipahami mahasiswa secara lebih sistematis. Ia juga menegaskan bahwa pendekatan kritis yang menjadi ciri khas kajian budaya perlu tetap mempertahankan orientasi emansipatoris.

Diskusi berlangsung secara dinamis dengan pertukaran gagasan yang konstruktif antara peserta workshop dan Tim Academic Review. Berbagai masukan yang dihimpun akan menjadi bahan penyempurnaan kurikulum Program Studi Magister Kajian Budaya dan Media agar tetap responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan mahasiswa, serta tantangan masyarakat yang terus berubah.

Workshop ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sebagai penanda berakhirnya rangkaian kegiatan.

Kontributor: Adhani J. Emha

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*