Doctoral Research Days Hari Ke-2 Membahas Fenomena di Layar Kaca

Program Studi Kajian Budaya dan Media melanjutkan forum Doctoral Research Days hari ke-2 pada Kamis, (4/6). Kegiatan ini berlangsung secara daring menghadirkan alumni Program Studi S3 KBM, Dr. Arief Hidayat dan Dr. Puji Rianto. Membahas Agama dan Imajinasi Lokalitas di Layar Kaca, diskusi dipandu oleh Dr. Siti Machmiyah yang juga merupakan alumni S3 KBM.


Dr. Arief Hidayat memaparkan penelitiannya yang berjudul “Religius dan Religiusitas Layar Kaca: Studi Resepsi Islam Jawa terhadap Program Siaran Penguatan Identitas Keislaman di Televisi”. Ia mengatakan bahwa meskipun era keemasan televisi sudah lewat dan banyak orang telah bergeser mencari informasi dan hiburan melalui media digital, rupanya masih banyak orang yang menonton televisi. Di antara acara-acara televisi yang dihadirkan, ada banyak tayangan dakwah di televisi yang bernapas gerakan puritanisme Islam, seperti Siraman Qolbu di MNCTV dan Damai Indonesiaku di kanal TVOne. Penelitian Dr. Arief melihat bagaimana resepsi masyarakat penganut Islam Kejawen terhadap tayangan-tayangan televisi seperti ini. Penelitian dilakukan di beberapa desa di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta yang masyarakatnya banyak menganut Islam Kejawen.


Dari penelitian tersebut didapati bahwa subjek-subjek penelitian Dr. Arief tetap menonton acara dakwah di televisi meskipun acara-acara tersebut bernapaskan puritanisme Islam. Banyak yang menonton acara-acara tersebut justru tidak diperlakukan sebagai media pembelajaran agama, melainkan sebagai media rekreasi. Resepsi masyarakat atas ajaran yang disampaikan di acara tersebut bersifat polisemik: sebagian menyetujui ajaran yang disampaikan dan menyesuaikan perilaku mereka seperti yang diajarkan oleh tayangan, sebagian besar dari mereka tidak berubah secara sikap dan mempertahankan paham Kejawen mereka, sedangkan sebagian yang lebih kecil menjadi subject beyond yang menciptakan makna baru.


Paparan selanjutnya disampaikan oleh Dr. Puji Rianto yang menjelaskan penelitiannya yang berjudul “Ekonomi Politik TV Lokal dan Pembentukan Cultural Sphere Indonesia: Analisis Konstruksi Budaya oleh TV Lokal AdiTV dan BaliTV. Menurutnya, Indonesia menghadapi masalah dalam membangun budaya Indonesia yang mengakibatkan sentralisme media. Oleh karena itu, budaya daerah terus berada di pinggiran. Budaya-budaya daerah mengalami keterbatasan cultural sphere. Fenomena ini ditangkap oleh televisi-televisi lokal seperti AdiTV yang mengudara di Yogyakarta dan BaliTV yang menyiarkan siarannya di Bali dan sekitarnya. Mereka mencoba memberikan ruang ekspresi bagi budaya daerah untuk bertumbuh. Dr. Puji menambahkan bahwa dalam upaya ini televisi lokal mengalami berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar yang dialami adalah dari sisi finansial. Ini juga yang menjadi alasan AdiTV menghentikan siaran mereka pada 31 Mei 2024. Forum ditutup dengan tanya jawab yang dipandu oleh moderator.

Forum diskusi ini dapat disaksikan tayangan ulangnya pada kanal YouTube KBM melalui tautan berikut:https://www.youtube.com/watch?v=D_jl6nAbSzY 

Kontributor: Adhani J. Emha

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*